Water Level Control (Drainage)


Kontrol tangki air dengan PLC

Kami menjual kontrol tangki air standard. Dan kami berikan beberapa fungsi tambahan yang bermanfaat. Anda bisa memesan fungsi lain, jika di perlukan.

Penjelasan di bawah adalah untuk drainage (pembuangan air dari tangki). Tapi berlaku untuk water supply juga (pengisian air ke tangki).

Fungsi standard untuk drainage adalah: bila level cairan sudah mencapai level maksimum, maka pompa ini akan bekerja membuang cairan di dalam tangki. Saat level cairan mencapai level minimum, pompa berhenti.

Untuk perlindungan, pompa juga akan berhenti, apabila terjadi over current (pompa kelebihan beban). Untuk pemulihan, operator harus menekan reset pada overload relay di dalam panel.

Fungsi tambahan pertama adalah : Operator dapat menghidupkan / memadamkan pompa tanpa harus mengisi dan mengosongkan tangki sampai mencapai batas atas / bawah.

Cara nya , kontrol pompa ini di lengkapi dengan fasilitas test. Tersedia sinyal test untuk simulasi. Sinyal test level maksimum, yang menirukan kondisi level air di level maksimum (pompa akan bekerja) dan sinyal test level minimum (pompa akan berhenti).

Fasilitas ini berguna pada saat :

1. Pada saat operasi, bila tombol sinyal test level maksimum di tekan, pompa akan bekerja, walaupun level cairan belum mencapai level maksimum.

Pompa akan berhenti, saat level cairan mencapai level minimum, atau saat di berikan sinyal test simulasi level minimum (tidak perlu tunggu level air turun).

Dengan demikian, operator menguasai sistem pompa ini. Melalui sensor water level, maupun secara Semi Auto dari panel.

2. Pada saat perawatan sistem. Melalui fasilitas ini , operator dapat memeriksa apakah sistem dapat bekerja dengan baik.

Fungsi tambahan ke dua adalah: Untuk meningkatkan kehandalan, di tambahkan change over switch (COS).
COS untuk memilih :
Mode Auto (cara kerja seperti di atas)
Mode OFF (pompa stop)
Mode Manual (pompa akan langsung hidup). Motor pompa tetap di lindungi oleh thermal overload.

Mode Manual bisa berguna apabila pada suatu kesempatan , PLC mengalami gangguan / kerusakan. Maka dengan mode Manual, pompa tetap dapat di kendalikan.

Fungsi tambahan ke tiga adalah :

Pompa akan bekerja secara otomatis, pada saat yang di tetapkan. Misalnya jam 24.35. Dan pompa akan padam saat level air sudah minimum.

Tujuan nya, agar tangki siap untuk esok hari.

Di pagi hari, pompa tidak perlu berebut listrik dengan water heater (biasa nya pada pagi hari, water heater dipakai) , sehingga bisa memicu trip over current, karena pemakaian listrik melebihi kapasitas daya.

Untuk tanya tanya dulu, atau mengirimkan pesanan,

silahkan menghubungi kami di :

HP / WA : 0816 1356 520
atau:
email : koksien@yahoo.co.id


Postingan populer dari blog ini

Aplikasi PLC dan servo Mitsubishi di mesin Slitter untuk Lakban