Power Monitor System



Apakah Power Monitor System ini ?
pengukur daya
Lay Out Power Meter System
Sistem ini melakukan pengukuran dan merekam energi listrik 1 phase 220 VAC atau 3 phase 380 VAC, dengan menggunakan sejumlah power meter yang di butuhkan. Merekam karakteristik energi listrik pada suatu beban, seperti V, I, pf, Watt, VA, VAR, KWH. Kapasitas arus listrik yang di ukur, bervariasi dari beberapa ampere hingga ratusan ampere. Data pemakaian listrik dibaca secara real time dan di rekam dalam bentuk data.

Pengelola dapat memeriksa karakter energi listrik dan beban nya dari komputer desktop atau dari smartphone. Tidak perlu pergi keliling area gedung dan mencatat secara manual. Pengelola bisa membaca, bahkan dari lain kota.

Data bisa di baca melalui internet (dibaca dari seluruh dunia), atau melalui kabel Ethernet (dibaca di area tersebut saja).

Apa fungsi Power Monitor System ini ?
Dengan memiliki data tersebut, pengelola akan ¹memahami utility energi, ²utility beban dengan lebih detail dan ³mendapatkan peringatan saat suatu kondisi istimewa terjadi.

1. Utility energi adalah berapa banyak energi digunakan untuk suatu kegiatan, berapa lama, kapan, kualitas energi yang ada, berapa sering dsb. Dengan pemahaman ini, pengelola bisa menetapkan kebijakan yang tepat. Untuk tujuan menggunakan energi secara produktif, menghemat energi secara efektif, serta melakukan langkah untuk memperbaiki unjuk kerja sistem energi yang ada. Apakah pemakaian energi sudah sesuai dengan produktifitas nya ?

Analogi nya, kapasitas energi adalah slip gaji seorang karyawan. Jika tidak melakukan pengamatan / pencatatan pemakaiannya, pemakaian uang gaji mungkin kurang efektif dan kurang terarah. Demikian lah, Power Monitor System ini melakukan pencatatan utility energi, agar pengelola dapat mempelajari dan memperbaiki pemakaian energi dengan  lebih bijak. 

2. Pengelola juga dapat mengetahui tingkat utility dari beban yang di ukur. Beban adalah asetJika aset di gunakan, seharus nya uang masuk (tapi apakah benar terjadi demikian ?).

Pengusaha yang ingin mengetahui produktifitas aset nya (mesin / villa / hotel / rumah kost dsb), bisa menggunakan Power Monitor System ini. Karena dengan sistem ini, utility aset bisa di monitor setiap saat tanpa mengganggu kegiatan sehari hari.  

3. Fungsi lain adalah, system ini memberikan sinyal alarm. Peringatan bahwa suatu kondisi terjadi. Pengelola bisa melakukan tindakan untuk menjawab kondisi ini. Mencegah hal yang lebih buruk terjadi.

Contoh suatu kondisi, misal nya: pemakaian energi sudah hampir mencapai kritis (bahaya black out = bencana) atau tidak ada energi di cold storage (bahaya daging busuk = rugi besar) dsb

Bagaimana cara nya Power Monitor System  memberikan sinyal alarm ke pengelola ?
Melalui Line / Messenger / email.

Contoh manfaatnya yang konkrit ?
¹Misalnya, di suatu gedung. Terlihat di laporan bahwa ada pemakaian energi yang besar dan rutin di suatu area. Padahal disitu hanya ada sedikit lampu watt rendah. Tindakan : Pastikan tidak ada pemakaian ilegal melalui area tersebut. 

²Ada pemakaian energi di villa selama 2 hari. Pemilik villa sedang di luar negeri. Tindakan : Pastikan ada pembayaran uang sewa di saat tsb.

³System memberi tahu, baru terjadi padam listrik di gudang cold storage besar yang berlokasi di luar kota. Tindakan: Pastikan genset di hidupkan , agar tidak terjadi kerugian besar. Dan genset di padamkan kembali, setelah listrik dari PLN pulih.

Apakah Power Monitor System ini adalah tujuan akhir ?
Bukan. System ini adalah bagian dari usaha memperbaiki proses yang berkualitas. Ini adalah langkah pertama untuk mengetahui dan memahami kondisi yang ada sekarang melalui pengukuran.

Setelah mengetahui karakter, statistik dan kebutuhan user secara spesifik. Pengelola properti bisa mengambil langkah berikutnya. Memperbaiki cara pemakaian energi terhadap aset /beban. 

System bisa di kembangkan agar mampu melakukan load shedding, diskriminasi area (misalnya, berdasarkan prioritas) , interlock, membatasi penggunaan energi (berdasarkan waktu, batas kwh atau hal lainnya),  menghitung biaya (tagihan ke tenant, menentukan komponen biaya produksi dsb).

Load Sheeding merupakan suatu bentuk tindakan pelepasan beban yang terjadi secara otomatis ataupun manual untuk pengamanan operasi dari unit-unit pembangkit dari kemungkinan terjadinya padam total (black out).

Langkah berikut nya adalah melakukan evaluasi kembali, utk mengkonfirmasi penghematan energi (uang) atas langkah perbaikan yang telah dilakukan. Bisa di bandingkan, biaya sebelum perubahan dan biaya sesudah perubahan. 

Bagaimana Power Monitor System memberi keuntungan untuk Anda ?
Selain penghematan uang (dengan cara efisiensi), Power Monitor System meningkatkan kehandalan (menghindari black out), keamanan (dari penggunaan energi yang tidak di otorisasi / ilegal), meningkatkan income (dengan menjaga income aset), kenyamanan (karena peralatan dikendalikan secara otomatis), mencegah kerusakan (misalnya, stok obat / daging menjadi busuk),  mempercepat proses maintenance (identifikasi beban tidak mendapat energi karena putus/rusak), meningkatkan reputasi / prestise dsb.

Bagaimana memperbaiki unjuk kerja system ?
Memperbaiki unjuk kerja system, bisa di lakukan tanpa alat tambahan baru, maupun menambah alat  baru.

Tanpa alat tambahan baru, misalnya dengan mengatur urutan kegiatan lebih efisien, mengatur waktu kegiatan, mengatur area beban dsb.

Menambah alat baru, misalnya memasang power factor correction (panel kapasitor), alat otomatis untuk kendali beban (lampu, ac, tv)  dsb. Kami bisa membantu hal ini juga.

Dimana data di simpan ?
Data disimpan pada SD card. Data dari power meter, disimpan dalam file data  dan mengirimkan data tsb ke pusat pengelola data. Untuk keperluan analisa data dan statistik.

Apakah sulit untuk mengoperasikan system ini ?
Pengelola bisa melakukan pengamatan pemakaian energi listrik dan mengelola system tenaga dengan mudah. Tidak perlu ketrampilan pembuatan program.

Apakah system ini fleksibel dan dapat di kembangkan ?
System ini bisa di kembangkan. Dengan menambahkan modul kontrol input dan modul kontrol output. Baik berupa modul remote I/O, atau modul intelligent.

Dengan demikian, system ini mempunyai kemampuan load shedding dari peralatan, mengamati pemakaian daya  setiap saat dan mengendalikan pemakaian daya dari peralatan.

Sinyal I/O ini, bersama dengan fungsi logika If Then Else , fungsi pemberitahuan alarm melalui Line / Messenger / email melengkapi kemampuan mengelola energi.

Apakah instalasi memerlukan banyak kabel ?
System ini menggunakan kabel komunikasi modbus RTU (2 kawat plus kawat ground) untuk menghubungkan antar power meter sampai ke concentrator.

Disclaimer: Power Monitor System ini bukan untuk pengukuran tariif. Dan bukan untuk di bandingkan dengan pengukuran energi oleh PLN.

Untuk tanya tanya dulu atau memesan, silahkan menghubungi:

WA / HP : 0816 1356 520

email : koksien@yahoo.co.id





Postingan populer dari blog ini

Aplikasi PLC dan servo Mitsubishi di mesin Slitter untuk Lakban